Keindahan desa Ranu Bedali ternyata tidak sinkron dengan keadaan lingkungan. Setelah dua tahap kami melakukan riset, daerah wisata ini sama sekali tidak mencerminkan keindahan dan kebersihan. Padahal selain keindahan ranu, kebersihan dan keindahan lokasi wisata menjadi nilai lebih bagi wisatawan yang hadir. Bisa jadi hal inilah yang menyebabkan Ranu Bedali sudah jarang dikunjungi.
Dari lokasi wisata sendiri, yang berada di timur balai desa nampak tidak terawat. Lokasi playground beberapa sudah rusak. Tetapi saat ini satu persatu mulai diperbaiki, misalnya saja sudah ada perbaikan jalan menuju Ranu Bedali. Beberapa kali anggota laki-laki turutserta membantu.
Namun jika kita berjalan ke arah timur, di tepian jurang sudah tidak nampak rumput-rumput segar. Melainkan ditutup dengan tumpukan sampah yang semakin hari semakin menggunung. Sampah ini sangat mengganggu pemandangan, apalagi jika musim hujan tiba, bau-bau busuk menyengat dan amat tidak ramah dihirup pernapasan.
Menurut seorang informan, jurang ini sebelumnya ialah akses jalan masyarakat menuju ranu yang ditutup. Tidak diketahui masyarakat mana saja yang membuang sampah di sini. Dari beberapa informan lain, mereka mengatakan jika pembuang sampah sembarangan ini tidak hanya dari masyarakat sekitar tapi dari masyakarat luar dusun Krajan II. Beberapa tahun lalu, jumlah pembuang sampah mulai menurun karena adanya plang peringatan buang sampah sembarangan. Lalu ketika plang itu rusak masyarakat kembali membuang sampah ke jurang tersebut.
Lalu beberapa tempat yang menjadi tempat pembuangan sampah liar antara lain di depan makam Krajan II, di jurang sebelah selatan dan jurang sebelah utara sebelum jalan ke dusun Gunung Cilik dan Krajan I. Titik-titik ini kami temukan dari hasil riset dengan masyarakat dan penelusuran sendiri.
Masalah sampah yang ada di dusun Krajan ini menjadi fokus kami setelah melakukan riset di tiga dusun. Tentu masalah ini kami lakukan dengan mempertimbangkan pendapat masyarakat. Selama beberapa hari terakhir kami mulai memahamkan dan menyadarkan masyarakat perkara ini, dan sebagian masyarakat yang kami jumpai mulai berpikir bahwa adanya sampah itu memang mengganggu, tapi ada juga yang berpikiran magis.

0 Komentar