Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga termasuk kegiatan akademik yang mengajarkan mahasiswa untuk hidup bersosial. Dari sekian anak dalam kelompok dengan berbagai karakter masing-masing anak, pasti ditemui crash atau permasalahan kecil. Belum lagi ketika mahasiswa harus bersosial dengan masyarakat sekitar, mereka mau tidak mau harus menunjukkan sisi terbaiknya dan membaur dengan masyarakat, contoh kecilnya yaitu menyamakan pakaian dengan mereka. artinya dalam hal berpakaian pun jangan sampai terlihat mencolok dan berbeda dengan masyarakat.
Mahasiswa juga harus bisa mengatur kegiatan harian mereka, khususnya dalam hal makanan. Memasak bukan bagian terpenting dalam kegiatan ini, tapi termasuk kebutuhan individu. Namun faktanya, banyak mahasiswa yang tidak bisa memasak. Dari 19 orang di kelompok kami, mungkin hanya 2-3 orang saja yang tergolong bisa masak. 
Tentu tidak mungkin setiap hari hanya segelintir orang saja yang bertugas masak. Sehingga satu hari sebelum penyerahan kami menyusun jadwal memasak dan bersih-bersih, hal ini agar tidak ada kesenjangan satu sama lain dan agar seluruh anggota sama-sama kerja dan bekerja sama. Tugas memasak dari awal diserahkan kepada anggota perempuan.
Jumlah anggota perempuan ada 13 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok. Masing-masing kelompok dapat jatah masak tiga hari selama seminggu. Sedangkan hari minggu dilakukan secara bersama-sama. Adanya jadwal ini membuat sebagian orang yang awalnya sama sekali tidak bisa memasak jadi sedikit tahu, yang awalnya tidak tahu jenis bumbu jadi tahu.
Seperti sore tadi, teman-teman yang memiliki jadwal masak kebingungan memasak tumis gubis. Mereka berdebat menentukan merica, ketumbar dan kemiri. Kemudian terjadilah keramaian di dapur hanya masalah tersebut. Satu anak masih belum puas, sampai-sampai dia sempat membuka Youtube melihat tutorial memasak tumis gubis.
Anggota perempuan saja masih seheboh ini, bagaimana dengan anggota laki-laki memasak? Jelas dua kali lebih heboh. Mereka yang tidak terbiasa ada di dapur kesulitan menakar bumbu, seperti tadi malam. Dengan bangga mereka menawarkan diri untuk memasak, menunya ialah Mi Goreng dan tahu. Cara memasaknya pakai resep ala-ala, asal matang dan bisa dimakan. Untungnya hasil masakannya tidak mengecewakan dan lumayan enak.
Sometimes you will never know the true value of a moment untill it becomes a memory -Annonim