Dua malam jum’at sudah kami lewati di dusun Ranu Bedali. Beberapa kali kami ikut berkecimpung dengan kegiatan masyarakat. Pada awal kedatangan kami, ada pengajian maulid Nabi yang mendatangkan dua ustadz dan dihadiri oleh hampir seluruh masyarakat desa Ranu Bedali. Kemudian kamis lalu anggota perempuan ikut kegiatan muslimatan. Kegiatan aktif ini diikuti oleh kurang lebih 70 ibu-ibu. Konsepnya bergiliran dengan sistem arisan.
Harusnya sore tadi kami ikut kembali kegiatan muslimatan, hanya saja cuaca tidak memungkinkan untuk hadir. Sebab hujan deras mengguyur desa. Tetapi kami berniat untuk istiqomah mengadakan shalawat dan khususon setiap malam Jum’at bersama-sama. Karena hal ini juga termasuk kebutuhan rohani kita masing-masing sebagai bentuk bertaqarrub kepad Sang Khaliq dan mencintai Nabi-Nya.
Anggota laki-laki pun begitu. Di hari kamis mereka sedari pagi sudah membantu salah satu masyarakat menanam pohon sengon di kebun. Tentu saja sekaligus melakukan pendalaman masalah yang sedang kami teliti. Selain itu membantu masyarakat merupakan sikap positif yang harus kami miliki dan sering-sering diaplikasikan.
Menuntut ilmu di IAIS Lumajang tidak hanya mengajarkan kami ilmu-ilmu akademik saja, tetapi juga ilmu-ilmu syari’at agama. Sebagian besar mahasiswa adalah santri sehingga ketika berada di luar kampus identitas santri kami tidak boleh ditinggalkan.

0 Komentar