Mempersiapkan FGD
Kami harus kerja cepat dan tepat untuk melakukan FGD. Sebab diskusi dengan masyarakat banyak bukanlah lah yang mudah, dan ini adalah hal baru. Memang betul jika kami sudah cukup dekat dengan masyarakat sekitar tetapi hal ini tidak bisa dijadikan acuan acara FGD sukses dilakukan.
Setelah meminta arahan dari DPL dan Tim Ahli, kami meminta ijin dan arahan dari pemerintah desa seperti bapak Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RW dan Ketua RT Krajan II. Kami kumpulkan beliau ba'da magrib, pada hari kamis, 18 November lalu.
Kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil kepada teman kami "Hardiatul Hasanah", kemudian dilanjutkan dengan musyawarah. Sebelumnya koordinator desa, menyebutkan temuan-temuan problem yang sudah kami dapatkan dari masyarakat.
Lantas bapak Kades menyampaikan kondisi sebenarnya yang ada di Desa Ranu Bedali. Bahwa jika yang disebut adalah anggaran, maka anggaran di desa ini masih belum mencukupi untuk membangun infrastruktur sebagaimana salah satu problem yang ada.
Terkait masalah sampah sebagai fokus tindakan kami, segenap yang hadir memang mengakui itu masalah yang harus segera dituntaskan. Bapak Kades sendiri sering mendapat pesan masalah jurang yang dijadikan tempat sampah liar oleh masyarakat.
Dipimpin Bapak Kades, kami berdiskusi, bermusyawarah bagaimana solusi baik untuk masalah ini. Tentu saja kami mahasiswa KKN juga menyampaikan pendapat-pendapat.
Masalah ini tidak bisa langsung diputuskan sepihak meskipun ada beberapa opsi yang bisa dicetuskan. Sebab yang terlibat langsung ialah masyarakat, jadi masyarakat sendirilah yang bisa menentukan akan seperti apa nantinya.
Maka dari itu kami meminta ijin melakukan pertemuan dengan masyarakat untuk melakukan diskusi lebih lanjut terkait masalah ini. Dan segenap undangan yang hadir setuju akan hal itu.

0 Komentar